Dari segi design headphone bisa
dibagi menjadi:
A.
Open Headphone
Penutup driver dari tipe open headphone terbuka jadi suara dari luar bisa
masuk. Penutup drivernya biasanya berbahan mesh yang berlubang-lubang. Open
Headphone biasanya memiliki suara yang lebih natural, soundstage yang lebih
luas, dan lebih airy dibanding closed-headphone. Namun open headphone memiliki
kelemahan suara yang dihasilkan bocor keluar sehingga dapat menganggu orang di sekitar
kita.
Contoh : Sennheiser HD650, Sennheiser HD600, Sennheiser 800, Sennheiser 598,
Shure 1840, dll
B.
Closed Headphone
Penutup driver headphone closed bersifat tertutup, menutup dengan rapat driver
headphone. Closed headphone biasanya memiliki suara yang lebih fokus, bass yang
lebih besar daripada open headphone. Closed headphone juga memiliki keunggulan
dalam isolasi suara baik kedalam maupun keluar. Kelemahan dari closed headphone
adalah biasanya suaranya kurang natural bila dibandingkan dengan open
headphone.
Contoh : Beyerdynamic DT770, Superlux HD660, Sennheiser HD25 , ATH M50
C.
Semi Open Headphone
Hampir sama dengan closed headphone, namun masih memiliki ventilasi/celah di
sebagian penutup drivernya. Isolasi baik kedalam maupun keluar masih mendekati
open headphone.
Contoh : Beyerdynamic DT880

Design
headphone antara closed, semi open, dan open sangat besar pengaruhnya pada
karakter suara headphone. Sebagai contoh antara Beyer dynamic DT770(Closed),
DT880(Semi Open), DT990(Open) mempunyai tonality suara yang sangat berbeda
walaupun driver yang dipakai sama.
Dari jenis driver headphone
bisa dibagi menjadi:
A. Dynamic
Driver
headphone yang paling umum dipakai. Cara kerjanya hampir sama dengan driver
speaker biasa
Contoh
: hampir semua headphone memakai driver tipe ini seperti semua seri
Sennheiser(kecuali Orpheus), ATH, Beyer, Sony, Superlux, Denon, AKG
B. Orthodynamic
Contoh
Headphone Orthodynamic: Audeze LCD2, Audeze LCD3, Hifiman HE500, Hifiman HE400.
C. Electrostatic
Contoh Headphone Electrostatic:
Stax SR007, Stax SR009